11 alasan mengapa penting untuk melaksanakan shalat sunnah.
- Apapun jenis shalat, akan mencegah perbuatan keji dan munkar (innash shalaata tanhaa ‘anil fakhsyaai wal munkar). Kemaksiatan seperti pornografi, LGBT hanyalah akibat dari kemalasan dalam melaksanakan shalat, baik shalat wajib ataupun shalat sunnah. Apapun perkembangan teknologi, tidak akan menimbulkan dampak negatif, selama seseorang senantiasa menjaga shalatnya dengan sungguh-sungguh.
- Apapun jenis shalat, akan menjadi sumber pertolongan Allah (wasta’iinu bishshobri wash sholah)
- Yang layak masuk surga Firdaus adalah yang istiqomah dalam menjaga shalatnya (wajib maupun sunnah)
- Amalan yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah shalat. Allah akan cek shalat wajib kita. Kemudian akan dicek shalat sunnah yang berfungsi menutupi kekurangan shalat wajib. Tidak ada seorangpun di antara kita yang bisa merasa shalat wajibnya sudah bagus sehingga tidak butuh shalat sunnah. (awwalu maa yuhaasibu bihil abdu yaumal qiamah-sholaatuhu)
- Kita mampu melaksanakan shalat qabliyah shubuh, mampu melaksanakan shalat sunnah rawatib, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakannya. Yang mencegah kita dalam melaksanakan shalat sunnah adalah kemalasan.
- Shalat sunnah secara definisi fikih berpahala bila dilaksanakan , tidak dilaksanakan tidak mendapat dosa. Apa yang dilakukan Nabi dan para sahabat ? Apakah memilih tidak melaksanakan shalat sunnah ? Mereka memilih melaksanakan shalat sunnah. Shalat sunnah bisa ditinggalkan bila situasinya tidak memungkinkan untuk melaksanakannya. Bila memungkinkan, maka wajibkan diri untuk melaksanakannnya.
- Ciri hamba yang dicintai Allah adalah suka melaksanakan amalan sunnah. Orang yang berakal ingin dicintai Allah swt. Anta ma’a man ahbabta….Engkau bersama yang Engkau cintai. Bila ingin berjumpa dengan Allah di sorga, berjumpa dengan Nabi saw di surga, maka shalat sunnahlah.
- Di MHT shalat diabsen. Bila ingin membuktikan shalatnya bukan karena diabsen maka shalat sunnahlah. Bila ingin tahu apakah shalatnya masih karena diabsen, cek saat di rumah, apakah masih suka ke masjid/shalat awal waktu. Bila ternyata tidak, maka obatnya adalah shalat sunnah (tahajud, rawatib) dan paksakan diri shalat berjamaah di masjid/awal waktu ketika di rumah). Manusia yang ikhlas dalam membantu sesama terlahir dari orang yang shalatnya karena Allah, bukan karena manusia. Pelajar yang belajar bukan karena nilai rapor, terlahir dari pelajar yang shalat karena Allah.
- Seseorang yang suka menjaga shalatnya, maka akan bisa konsisten dalam berdoa. Seorang anak tidak akan ingat untuk doa untuk orang tuanya, bila malas shalat wajib, shalat tahajud, shalat rawatib. Setelah tahajud bisa mendoakan orang tuanya di waktu yang mustajabnya doa. Setelah shalat sunnah qabliyah akan ingat untuk doa antara azan dan qomat, yang merupakan waktu mustajabnya doa. Setelah shalat wajib tepat waktu akan ingat doa untuk orang tua ; setelah shalat wajib juga waktu mustajabnya doa. Seseorang yang shalat wajibnya ditunda tunda , akan lupa untuk berdoa untuk orang tuanya. Tidak disebut anak yang berbakti kepada orang tua bila tidak suka mendoakan kedua orang tuanya.
- Adanya ibadah adalah untuk meningkatkan kemampuan pengendalian hawa nafsu. Lagi ingin main game, ingin ngobrol distop saat ada panggilan shalat. Secara perlahan, hawa nafsu bisa ditundukkan oleh akal. Hanya orang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya yang berhak masuk surganya Allah swt. (wa amma man khoofa maqooma robbihi wa nahan nafsa ‘anil hawa, fainnal jannata hiyal ma’wa – dan adapun yang takut akan kebesaran Tuhannya dan mengendalikan hawa nafsunya maka surga tempat baginya)
- Seseorang yang bersungguh-sungguh melaksanakan shalat akan lebih mudah untuk melakukan ibadah lainnya seperti baca qur’an setelah shalat atau sebelum shalat, dzikir hati ataupun lisan. Ibadah lainnya juga penting untuk menguatkan seseorang agar tidak melakukan kemaksiatan dan kemudahan dalam beramal shalih.
Leave a Reply